Follow Us @soratemplates

Minggu, 10 Desember 2017

Artikel Ilmiah Populer Lingkungan



SAMPAH MENJADI BARANG PAJANGAN

            Pada era globalisasi ini, pemerintah masih sangat riskan untuk membicarakan tentang limbah yang bertumpuk di mana-mana. Terutama limbah plastik, limbah yang berasal dari botol minuman maupun seperti snack,deterjen,dan minuman sachet yang dikemas dalam kemasan plastik . Hal ini menyebabkan pemerintah mencari solusi untuk mengurangi limbah plastik tersebut. Banyak cara yang sedang diupayakan oleh pemerintah untuk meminimalisir limbah plastik ini, contohnya saja di Kota Balikpapan. Pada Februari 2016 Kota Balikpapan bersama sejumlah daerah lainnya, mulai menerapkan kebijakan larangan atau pembatasan penggunaan kantong plastik bagi pusat perbelanjaan. Kebijakan ini juga merujuk pada surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan di setiap Lingkungan Rumah Tangga (RT) juga diadakan Bank Sampah guna meminimalisir limbah plastik, di tiap masing-masing rumah warga di RT terkait wajib menyetorkan limbahnya ke Ketua RT setempat. Hal ini tidak merugikan warga tetapi malah menguntungkan warga. Karena nilai sampah tersebut akan diganti dengan sejumlah uang. Di sisi lain, adapun peran ibu-ibu dasa wisma membuat kerajinan dari limbah plastic tersebut. Contohnya berupa baju, payung, tas, vas bunga, bunga hias dan lain-lain.
            Tidak sampai disitu saja, di beberapa Sekolah di Balikpapan pun telah diterapkan  Adiwiyata dengan konsep 3R yang berasal dari tiga kata dalam bahasa inggris yaitu Reduce (Mengurangi)  adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan sendiri dari rumah untuk membeli makan di kantin atau alat dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknya sampah wadah produk di rumah. Reuse (Menggunakan kembali) adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantong kertas yang umumnya didapat dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang. Recycle (Mendaur Ulang) adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos
            Dari permasalahan dan upaya tersebut muncul lah ide-ide kreatif, Agar mengurangi dampak yang bahaya dari limbah plastik ini. Maka Sampah yang tadinya sangat berdampak mengerikan berubah menjadi Pajangan rumahan seperti Bunga-bunga hias yang terbuat dari sebuah botol plastik. Cara membuatnya juga cukup sederhana. Dengan menggunakan guntingan di ujung-ujung botol menjadi lancip, lalu menambahkan cat warna akan mengubahnya menjadi mirip seperti bunga sungguhan. Bunga-bunga ini juga bisa menjadi teman pajangan di halaman seperti gantungan pot di halaman tadi, jadi selain tanaman hijau. Juga bisa menaruh tanaman hias warna – warni sehingga membuat halaman kita lebih menarik untuk di pandang mata.
            Tidak hanya berupa bunga hias, limbah plastik ini pun dapat dijadikan Pot bunga gantung rumahan, Mainan Anak robot-robotan, Permainan papan catur, Lampu hias, Wadah  Perhiasan dan masih banyak lagi.  Bahkan adapun baju recycle terbuat dari kemasan-kemasan bekas minuman sachet,snack dan lainnya dijadikan bahan pameran atau lomba modeling di Karnaval Recycle.
            Dari data diatas, plastik dapat merugikan dapat juga menguntungkan. Yang merugikan, jika kita membuang sampah sembarangan,jika kita membakar sampah plastic dan asapnya mempengaruhi efek rumah kaca atau Global Warming. Dan yang menguntungkan, jika memiliki kreativitas dalam mengolah sampah terutama sampah plastik sebaiknya dikembangkan, karena tidak hanya menguntungkan diri sendiri melainkan telah menyelamatkan dunia.

Sumber Terkait :


Andini, Dewi Karina, 2017, Sekolah Adiwiyata Impianku,  buletinshipsmkn5bpn, dilihat 11 Desember 2017,  <http://buletinshipsmkn5bpn.blogspot.co.id/2017/11/sekolah-adiwiyata>

Masbro, 2016, Kantong Plastik Resmi Terlarang di Balikpapan, Newsbalikpapan, dilihat 11 Desember 2017, <http://newsbalikpapan.com/kantong-plastik-resmi-terlarang-di-balikpapan.html>
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar